|
Kemarin indeks kembali mencatat kenaikan yang ditutup pada level tertinggi baru di 3096,8. Namun sentimen yang terjadi pada hari ini sangat variatif, sehingga potensi kelanjutan kenaikan indeks sangat minim. Indeks bursa global tidak memberikan sentimen positif terhadap indeks BEI. Semalam Dow Jones turun tipis 30,3 poin (0,29%). Begitu juga dengan pergerakan bursa regional pada pagi ini dengan penurunan terdalam dicatat oleh Nikkei. Data output indutsri dan kenaikan pengangguran di Jepang memberikan sentimen negatif yang signifikan terhadap bursa tersebut. Meskipun demikian, di sisi lain rupiah terus menguat yang pada pagi ini berada di posisi Rp8.965 per US$, menembus level psikologis Rp9.000 per US$ sejak kemarin. Begitu juga dengan pergerakan harga logam di LME yang mengalami penguatan. Sehingga kami perkirakan hari ini indeks akan bergerak fluktuatif dengan tendensi untuk terkoreksi. Kami perkirakan pada hari ini indeks akan bergerak di kisaran 3050 sampai 3100. Analyst: Maxi Liesyaputra (
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
). |
|
|
Survey yang dilakukan oleh otoritas monetar Amerika yang menunjukkan adanya perlambatan perbaikan ekonomi setempat disambut dengan perlemahan saham-saham di Amerika. Selain itu adanya penurunan order barang tahan lama di Amerika memperkuat sentimen negatif pada indeks bursa setempat. Bursa di kawasan Asia yang telah bertransaksi aktif pada pagi ini bergerak pada zona merah seperti Nikkei Jepang, Kospi Korea dan Taiwan. Harga komoditas bergerak variatif, seperti harga minyak di berbagai bursa komoditas masing-masing berbeda. Harga nikel bergerak berbeda dengan harga timah meski diperdagangkan pada bursa komoditas yang sama. Mata uang USD bergerak melemah dari pada mata uang lain namun tidak demikian halnya dengan IDR. Pagi hari ini IDR melemah terhadap USD menunjukan adanya dana yang keluar dari Indonesia. Penguatan yang terjadi kemarin memberikan kesempatan bagi investor untuk mengambil keuntungan pada hari ini sehingga kami memperkirakan indeks akan bergerak melemah dan bergerak pada range 3000-3070. Analyst: Asti Pohan (
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
) |
|
|
Setelah kemarin mengalami penguatan yang cukup signifikan, hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak fluktuatif dengan potensi untuk dapat menguat kembali. Sentimen yang datang dari bursa global menunjukkan sinyal positif meskipun Dow Jones hanya menguat tipis 12 poin (0,12%). Meskipun indeks keyakinan konsumen di Amerika Serikat mengalami penurunan yang berada di posisi 50,4. Angka ini merupakan yang terendah sejak Desember 207. Indeks bursa regional Asia Pasifik menunjukkan penguatan terutama Nikkei yang mencatat kenaikan terbesar. Namun di sisi lain sentimen negatif yang berpotensi menghambat kenaikan indeks adalah penurunan harga berbagai komoditas logam di LME, terutama nikel. Kurs rupiah masih relatif stabil di Rp9.023 per US$. Kisaran indeks pada hari ini kami perkirakan akan bergerak di antara 3030 sampai 3060. Analyst: Maxi Liesyaputra (
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
). |
|
|
Beberapa bursa acuan dunia kembali mencatat arah pergerakan positif. Indeks acuan uatam dunia Dow ditutup menguat 0.97% menjadi 10525.43.Data new home sales yang naik dari 300K menjadi 330K dan mencatat lonjakan yang signifikan dari -32.7% menjadi 23.6% MoM telah menjadi salah satu pemicu penting penguatan bursa tersebut. Indikasi perbaikan makro yang kembali terlihat dan diharapkan akan stabil hingga tahun mendatang juga telah mendorong indeks S&P 500 menguat 1.12% menjadi 1115.01 dan Nasdaq juga mengalami kenaikan 1.19% menjadi 2296.43. Sedangkan bursa bursa di wilayah EMEA, salah satunya FTSE juga mencatat penguatan sebesar 0.72% menjadi 5351.12. Sementara itu beberapa bursa di wilayah Asia / Pasifik juga ditransaksikan dalam teritori hijau. Saham saham unggulan di beberapa negara tersebut telah mendorong kenaikan indeks tersebut. Nikkei menguat 0.11% menjadi 9514.09, Kospi naik 0.25% menjadi 1773.17. Bursa negara tetangga seperti FSSTI dan KLCI juga mengalami kenaikan masing masing sebesar 0.71% menjadi 2988.08 dan 1356.59. Penguatan yang terjadi pada beberapa bursa acuan dunia tersebut dan dan kenaikan harga komoditas dunia termasuk penguatan nilai tukar rupiah yang saat ini diperdagangkan pada Rp 9.018 akan menjadi beberapa faktor penngerak bursa dalam negeri. Kinerja pelaku usaha pada periode semester pertama tahun ini yang diperkirakan akan membukukan pertumbuhan yang cukup signifikan juga berpotensi menjadi penambah sentimen positif pada penguatan bursa JCI hari ini. Kami memperkirakan bursa akan bergerak pada rentang 3004.51 - 3052.91 dengan potensi ditutup menguat pada transaksi perdagangan sore hari. Analyst : Akhmad Nurcahyadi (
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
). |
|
|
Pada semester I 2010 BMRI membukukan laba bersih senilai Rp 4 triliun dari Rp 2.9 triliun pada setahun sebelumnya atau mengalami kenaikan 38%. Laba besih BMRI ditunjang dengan pertumbuhan kredit sebanyak 20% dari Rp 218 triliun dari Rp 182 triliun. Meski dana pihak ketiga mengalami pertumbuhan 14% BMRI mengeluarkan biaya pendanaan turun 14% dari Rp 7.9 triliun pada tahun lalu menjadi Rp 6.8 triliun. Kami menilai BMRI menurunkan bunga kredit sehingga pendapatan dari kredit BMRI berkurang 2% dari tahun sebelumnya. Penurunan suku bunga terjadi juga pada bunga simpanan. Selain itu dengan berkurangnya provision maka secara tahunana kinerja BMRI meningkat 38%. Apabila membandingkan BMRI secara kwartalan, kinerja BMRI tidak begitu mengesankan. Dapat dikatakan performa BMRI dari kwartal I ke kwartal II stabil. Secara umum BMRI di tahun ini diuntungkan dengan pertumbuhan kredit dan pengurangan provisi dengan diterapkan peraturan PSAK 50 dan 55. Kami belum memfaktorkan rencana right issue dan pernerapan peraturan PSAK 50 dan 55 dalam proyeksi BMRI kami. Perhitungan harga wajar BMRI dengan metode Dividen discount memberikan harga wajar BMRI di Rp 5250 yang mana telah dilalui dengan penutupan harga pasar kemarin. Rekomendasi SELL untuk saham BMRI. Analyst: Asti Pohan (
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
) |
|
|
|