|
(09/February/2010) Bursa JCI Masih Berpotensi Bergerak Melemah |
PDF
|
| Cetak |
|
|
Beberapa indeks bursa acuan dunia kembali mencatat pergerakan anomali. Bursa Dow Jones ditutup melemah setelah menguat sehari sebelumnya sebesar 1.04% menjadi 9908.39, S&P 500 turun 0.89% menjadui 1056.74 dan Nasdaq juga mencatat koreksi sebesar 0.70% menjadi 2126.05. Kekhawatiran tentang hasil defisit yang dialami oleh beberapa negara di wilayah eropa yang berpotensi memberikan dampak cukup signifikan bagi pemulihan kondisi perekonomian global serta aksi ambil untung beberapa saham yang memiliki kapitalisasi pasar tinggi menjadi dua faktor pemicu penurunan indeks tersebut. Beberapa bursa di wilayah EMEA seperti FTSE mencatat rebound setelah melemah sehari sebelumnya. Kenaikan 0.62% menjadi 5092.33 dan DJ EURO STOXX yang menanjak 1.24% menjadi 2664.29 kami lihat belum mengindikasikan situasi pemulihan atau ketenangan para investor didalam menghadapi potensi krisis keuangan di wilayah tersebut sebagai akibat beban sovereign debt yang harus ditanggung oleh pemerintah. Koreksi yang masih berlanjut juga terjadi pada beberapa bursa acuan di wilayah Asia / Pasifik. Nikkei turun 0.62% menjadi 9890.33 dan TOPIX yang juga diperdagangkan turun 0.42% menjadi 879.27. Meskipun demikian, KOSPI pada pagi hari ini mencatat rebound dengan ditransaksikan menguat pada 0.50% menjadi 1560.59. Sementara itu beberapa bursa negara tetangga juga masih menunjukan pelemahan. KLCI dan FSSTI masing masing bergerak melemah sebesar 0.73% dan 0.43% menjadi 1226.26 dan 2682.11. Bursa JCI setelah mencatat penurunan pada Jum’at pekan lalu, pada penutupan transaksi perdagangan kemarin masih diwarnai aksi ambil untung. Kekhawatiran dan sikap untuk cenderung wait and see dari para investor juga telah mendorong bursa dalam negeri kembali ditutup melemah cukup tajam 1.72% menjadi 2475.57. Penguatan sementara nilai tukar rupiah menjadi Rp 9.430 per US Dolar dan harga minyak dunia yang diperdagangkan pada USD 71.37 per barel termasuk arah pergerakan beberapa bursa acuan dunia yang masih belum stabil termasuk kenaikan beberapa harga komoditas dunia kami lihat akan menjadi beberapa faktor penggerak bursa dalam negeri. Kami memprediksikan indeks akan bergerak cenderung melemah pada rentang 2432.07 - 2518.84. Analyst : Akhmad Nurcahyadi (
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
).
|